Pages

Kamis, 09 April 2015

TRADING OPTION

Option Trading
Bagikan :
Bagian ini akan membahas:
  • Pemahaman dan dasar-dasar option trading
  • Karakteristik kunci
  • 4 partisipan pasar option trading
  • Kemampuan untuk membatasi kerugian dan tidak membatasi potensi keuntungan
  • Cara trading option pada saat ranging dan pada saat trending
Perkenalan terhadap option trading
Pemahaman bagaimana proses terjadinya trading atau transaksi option trading dapat diperoleh melalui cerita pembelian rumah di bawah. Analogi ini setidaknya dapat memberikan gambaran mengenai prinsip dasar option trading.
Anggaplah pada suatu hari Anda berniat membeli sebuah rumah. Anda kemudian menemukan rumah yang sesuai dengan impian Anda selama ini. Anda mendatangi pemiliknya dan menanyakan apakah rumah tersebut dijual dan berapa harga yang ditawarkan. Pemilik rumah kemudian mengatakan bahwa rumah tersebut hanya akan dijual pada harga US$ 200,000. Karena tidak memiliki dana sebesar itu saat ini, Andapun kemudian mengajukan perjanjian kepada pemilik rumah, untuk memberikan hak membeli kepada Anda sampai 3 bulan ke depan agar Anda punya waktu untuk mengumpulkan uang. Di masa 3 bulan tersebut sipemilik rumah tidak boleh menjualnya kepada orang lain, dan sebagai kompensasi dari kerelaan si pemilik, Anda memberikan dana $3,000 kepadanya. Jika Anda berhasil mengumpulkan uangnya, Anda berhak membeli rumah tersebut. Namun jika tidak berhasil, Anda tidak jadi membeli rumah tersebut. Jadi atau tidaknya Anda membeli, uang sebesar $3,000 yang sudah Anda berikan akan menjadi hak si pemilik rumah.
Dalam contoh diatas, Anda sudah melaksanakan option trading, lihat gambar 1 di bawah.

Gambar 1: Ilustrasi perdagangan option
Perumpamaan transaksi di atas merupakan cerminan konsep option trading. Harga rumah yang disetujui di awal kontrak, dimana pembeli memiliki hak untuk membeli, tapi bukan kewajiban (dalam contoh ini $200,000), dalam option trading disebut dengan strike price. Sejumlah uang yang dibayarkan oleh pembeli untuk mendapatkan hak tersebut (dalam contoh: $3,000) disebut premium.
Seperti yang dijelaskan dalam kotak skenario option trading 1, begitu harga mengalami kenaikan hingga $500,000 pihak pembeli memiliki hak untuk membeli di harga $200,000 seperti yang sudah disepakati. Hak ini hanya dapat dilakukan sepanjang masa kontrak, atau hanya berlaku selama tiga bulan. Jika dalam 3 bulan pihak pembeli tidak mengeksekusi hak-nya, maka kontrak akan kadaluarsa dan premi tetap merupakan hak pemilik rumah. Waktu yang tersisa selama kontrak berlangsung dalam option trading disebut time value.
Sementara itu, dalam scenario option trading ke-2, begitu diketahui bahwa rumah tersebut rawan banjir kemudian harga mengalami penurunan hingga $100,000. Dalam hal ini, karena jika si pembeli tetap melakukan pembelian sesuai kontrak ia akan mengalami kerugian sebesar $100,000. Maka ia dapat memilih untuk tidak mengambil hak tersebut kemudian membiarkan kontrak tanpa eksekusi hingga jatuh tempo, dan menanggung kerugian hanya sebesar premi yang sudah dibayarkan di awal kontrak terjadi. Keputusan si pembeli untuk tidak mengambil hak-nya dalam option disebut dengan istilah lapse.
Pengertian option
Option trading,secara terminologi diartikan sebagai sebuah opsi atau pilihan. Pengertian option yang lebih luas dalam dunia keuangan adalah sebuah kontrak finansial yang memberikan hak kepada pembeli dan kewajiban pada penjual untuk membeli atau menjual sesuatu pada harga, satuan dan waktu tertentu.
Pembeli dalam hal ini adalah pihak yang mengalihkan resiko kepada penjual (lihat gambar 2) dengan cara membayar premi. Melalui perjanjian ini, pembeli tidak mau menerima resiko melebihi premi yang dibayarkan namun berhak untuk mengambil keuntungan yang tidak terbatas. Sementara di sisi lain, penjual adalah pihak yang menerima premi sebagai keuntungan maksimal dan bersedia untuk menanggung kerugian yang tidak terbatas.
Sebagai pembeli Anda berhak memilih apakah akan menggunakan hak tersebut atau tidak. Jika Anda memilih menggunakan hak tersebut, maka penggunaan tersebut dikenal dengan nama exercise. Dengan meng-exercise option, Anda akan membeli atau menjual pada harga yang sudah disepakati dalam kontrak. Jika Anda memilih untuk tidak menggunakan hak Anda atau lapse maka kontrak akan berakhir tanpa nilai.
Option trading dilakukan di bursa atau di luar bursa (OTC) melalui broker tertentu. Dan jenis instrumen yang dapat dicakup oleh option trading beraneka ragam, bisa mata uang, komoditi fisik, sekuritas atau properti.
Gambar 2: Pengalihan resiko dari pembeli ke penjual
Seperti yang diilustrasikan pada gambar, bahwa resiko option trading berpindah dari pembeli kepada penjual dalam proses pertukaran dengan premi sebagai kompensasi.
Tipe-tipe option trading
Option trading hanya memiliki 2 tipe dasar:
CALL 
Option trading yang memberikan hak (bukan kewajiban) kepada pembeli untuk melakukan pembelian aset tertentu dengan kondisi sesuai kontrak (pada harga, jumlah premi dan waktu tertentu). Misalnya jika Anda tertarik untuk membeli 100 lembar saham Microsoft (MSFT), dan MSFT diperdagangkan pada harga $25/ lembar. Namun, daripada hanya sekedar membelinya di bursa saham, Anda lebih memilih terjadinya via option trading.
Untuk alasan ini, Anda kemudian menelepon seorang kenalan (misalnya) bernama Tomi.  “Halo Tomi, saya berencana membeli 100 lembar saham MSFT di harga $25 (harga ini disebut dengan strike price). Namun, saya ingin memutuskan di akhir bulan apakah saya jadi membelinya atau tidak. Untuk ini berapa premi yang anda (Tomi) kenakan?” Anda dan Tomi kemudian setuju dengan harga premi sebesar $2 per lembar saham, dikalikan 100 lembar yang Anda ingin beli, maka Anda membayar Tomi sebesar $200.
Jumlah ini adalah jumlah yang Anda bayarkan kepada Tomi karena mau menerima resiko fluktuasi harga. Artinya, Tomi akan menjual saham MSFT seharga $25 (harga saat ini) pada akhir bulan kepada Anda, walaupun jika ternyata harga pada saat akhir bulan telah berubah menjadi $100 per lembar. Tomi tetap harus menjual saham tersebut kepada Anda dengan harga $25.
Tomi dalam hal ini sebenarnya sedang menerbitkan sebuah CALL option trading, dan disebut sebagai call-writer, dengan harga $2 per lembar kepada Anda. Dan Anda adalah pembeli call option. Dan jika harga pada akhir bulan ternyata lebih rendah dibanding harga saat ini, Anda boleh tidak mengeksekusi (exercise) call option tersebut, dan membiarkan Tomi menikmati premi yang sudah Anda bayarkan.
PUT
Option trading yang memberikan hak (bukan kewajiban) kepada pembeli untuk melakukan penjualan aset sesuai kondisi kontrak. Misalnya ternyata dalam contoh diatas, Anda tidak jadi mengeksekusi (exercise) call option trading tersebut. Kemudian Tomi (karena Anda tidak jadi membeli) berencana untuk menjual saja saham tersebut kepada Anda dengan harga $25 di akhir bulan nanti. Ia setuju untuk membayar premi sebesar $2 per lembar kepada Anda sebagai kompensasi karena Anda mengambil resiko untuk membeli saham tersebut seharga $25 walaupun jika harga ternyata lebih rendah lagi diakhir bulan nanti.
Dalam contoh ini, Tomi membeli put option trading dari Anda, dan Anda adalah penerbit put option trading (writer). Jika harga ternyata lebih rendah dari $25 katakanlah $20, maka Anda mengalami kerugian dan Tomi mendapatkan keuntungan. Namun jika harga lebih tinggi di akhir bulan, maka Tomi tidak akan menjual saham tersebut dan rugi premi, sementara  Anda mendapatkan keuntungan sejumlah premi yang dibayarkan.
Partisipan pasar option
Dalam transaksi option trading terdapat beberapa pelaku yang menyebabkan proses tersebut terjadi. Apabila pada konvensional hanya ada dua pihak yaitu, pembeli dan penjual, yang bertransaksi. Maka posisi partisipan option trading dibedakan melalui fungsinya masing-masing.  Empat partisipan di pasar option trading berdasarkan pengambilan posisi adalah:
Buyer of call options (pembeli call)
Seller of call options (penjual call)
Buyer of put options (pembeli put)
Seller of put options. (penjual put)
Elemen penting yang merupakan karakteristik inti dari keempat partisipan option trading tersebut dapat dijelaskan melalui tabel 1 di bawah ini.

Tabel 1: Spesifikasi partisipan option trading
Melalui tabel 1 jelas sekali terlihat bahwa resiko pasar duduk di pihak penjual atau writer, dengan peluang kerugian yang tidak terbatas jika harga terus naik (dalam Call) atau jika harga terus turun (dalam Put). Sementara di sisi lain jika mengalami keuntungan, maka keuntungan tersebut hanya pada premi.
Untuk pembeli option trading, potensi keuntungan bersifat tidak terbatas jika harga terus naik (Call) atau harga terus turun(Put). Sementara kerugian maksimum hanya sejumlah premi yang sudah dibayarkan.
Karakteristik kunci dari 4 jenis partisipan pasar tersebut juga dapat dijelaskan dalam model diagram berikut:

Diagram 3: Prinsip Pay-out option
Diagram 3 memberikan ilustrasi bahwa pembeli call menginginkan kenaikan harga dan sementara pembeli put menginginkan sebaliknya, yakni penurunan harga. Keduanya membayar premi (kotak berwarna hijau) kepada penjual option trading (writer) yang merupakan maksimum jumlah kerugian yang bakal diterima. Potensi keuntungan diwakili oleh garis putus-putus yang mengarah ke atas atau kebawah dengan peluang atau kerugian yang tidak terbatas.
Di lain pihak, bagi sang penjual atau writer call, mengharapkan bahwa harga turun atau bergerak ranging. Dengan potensi keuntungan maksimum terbatas pada jumlah premi (kotak hijau) dan peluang keuntungan diwakili oleh garis putus-putus yang mengarah ke bawah. Demikian juga untuk writer put, harga diharapkan naik atau sideway dengan keuntungan terbatas premi, sementara kerugian tidak terbatas (garis putus-putus mengarah kebawah).
Memahami harga option
Kuotasi harga option trading adalah juga jumlah premi. Seperti harga instrumen lain, harga option dalam hal ini juga fluktuasi tergantung kondisi pasar yang sedang terjadi. Harga premi option trading tergantung pada dua nilai dibawah ini:
  • Nilai intrinsik (Intrinsic value)
  • NIlai ekstrinsik (Extrinsic value)
Nilai Intrinsik
Faktor terbesar yang menentukan harga dari sebuah option trading adalah nilai intrinsik, nilai dimana harga dihubungkan antara harga spot dengan harga strike. Sebuah option trading dikatakan memiliki nilai intrinsik ketika berada pada kondisi in the money (ITM). 
Nilai intrinsik untuk Call option = Harga aset – Harga strike
Jika spot EUR/USD saat ini berada di posisi 1.2700 dan harga strike 1.2500. Option ini dikatakan memiliki nilai intrinsik sebesar 200 pips (1.2700 – 1.2500 x 100,000).
Nilai intrinsik untuk Put option = Harga aset – Harga strike
Apabila spot GBP/USD saat ini berada di posisi 1.5000 dan harga strike 1.5300. Maka option trading ini memiliki nilai intrinsik 300 pips (1.5300 – 1.5000 x 100,000).
Sebuah option trading yang tidak mempunyai nilai intrinsik, hanya memiliki dua kemungkinan. Yang pertama berada pada kondisi At The Money (ATM) atau kedua berada pada kondisi Out of The Money (OTM).
Variasi tersebut berfungsi baik bagi call option trading maupun put option trading. Untuk Call, option dikatakan pada kondisi OTM jika harga strike lebih besar dari harga aset (strike > aset). Namun untuk Put, berlaku sebaliknya, option dikatakan OTM jika harga strike lebih rendah dari harga aset (strike < aset).
Sementara untuk ATM (bagi call dan put), ATM terjadi ketika harga strike sama dengan harga aset (strike = aset). Tabel 2 memberikan perbandingan kriteria antara ITM, ATM dan OTM, untuk call dan put option.

Tabel 2: Penentuan nilai intrinsik dan ekstrinsik
Nilai Ekstrinsik
Nilai ekstrinsik juga dikenal dengan sebagai nilai waktu (Time Value) dari sebuah option trading. Nilai ekstrinsik adalah bagian dari harga option trading yang tidak ditentukan oleh harga asetnya. Nilai inilah yang nantinya dibayarkan oleh pembeli kepada penjual sebagai kompensasi dari resiko yang telah diambil penjual.
Besar kecilnya “uang resiko” yang Anda bayarkan tersebut ditentukan oleh 2 faktor penting:
1) Sisa waktu (Time to expiration)
Semakin panjang sisa waktu yang dimiliki oleh kontrak option trading, maka semakin baik nilai option trading tersebut. Sama halnya dengan produk asuransi, yang bernilai lebih tinggi sesuai dengan durasi yang dimilikinya. Kontrak option trading yang memiliki jangka waktu lebih lama, akan bernilai lebih tinggi dibanding kontrak yang memiliki jangka waktu lebih pendek.
Namun hal yang perlu diingat adalah option trading merupakan sebuah aset yang rentan terhadap penyusutan. Hal ini disebabkan oleh nilai waktu atau nilai ekstrinsik yang dimilikinya. Nilainya akan semakin turun sesuai sejalan dengan usia atau sisa waktu yang dimilikinya, seperti yang diperlihatkan dalam gambar 4.

Gambar 4: Kurva penyusutan waktu option trading
Dari kurva pada gambar 4 dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi sisa waktu yang dimiliki option sebelum berakhirnya kontrak akan semakin mempertinggi nilai waktu yang dimilikinya, dan sebaliknya, semakin pendek sisa waktu yang dimiliki option trading sebelum berakhir, maka semakin rendah pula nilai waktu yang dimilikinya.
2) Volatilitas
Volatilitas yang dimaksud dalam faktor ini adalah tingkat kestabilan harga, atau fluktuasi harga. Semakin tinggi fluktuasi harga aset yang diperdagangkan, maka semakin tinggi atau mahal pula optionnya. Serupa dengan instrumen lain pada umumnya, semakin tinggi fluktuasi maka semakin tinggi pula resiko yang terkandung didalamnya.
Semakin tinggi resiko, semakin besar pula peluang kerugian yang akan dialami oleh penjual (writer) option trading. Sebagai konsekuensinya, nilai premi-pun akan semakin mahal.
Sebagai contoh: Pergerakan harga emas (XAU/USD) selama 12 bulan terakhir berkisar di antara 850 hingga 900. Resiko dalam penerbitan, misalnya call option 920 XAU/USD, akan turut mengecil karena pergerakan yang hanya mencapai 50 poin selama satu tahun terakhir. Dengan demikian, biaya option trading akan menjadi relatif lebih murah seiring dengan peluang keuntungan yang juga relatif kecil.
Kondisi berbeda akan terjadi jika harga option trading bergerak dari 850 ke harga 900 dalam waktu hanya satu minggu. Maka resiko menerbitkan option call juga turut meningkat karena tingginya fluktuasi harga dan ini berarti premi juga akan relatif lebih mahal.
Jadi, premi akan meningkat sejalan dengan peningkatan peluang keuntungan option trading. Sebaliknya premi akan murah ketika peluang keuntungan mengecil. 
Dua model option
Terdapat dua cara dalam option trading. Tata cara ini lebih dikenal dengan model atau style dari sebuah option trading. Pembedaan ini sesungguhnya mengacu pada bagaimana option trading tersebut dieksekusi (exercise). Dua varian option trading tersebut adalah:
  • American-style option trading yang diperdagangkan dengan cara ini dapat exercise kapan saja. Dengan catatan, eksekusi dilakukan saat masih dalam masa kontrak atau pada saat berakhirnya kontrak option trading.
  • European-style option trading yang menggunakan model ini hanya dapat di exercise pada saat berakhirnya kontrak.
Model option trading Amerika dan Eropa ini sama sekali tidak berhubungan dengan lokasi dimana option trading tersebut. Pemberian nama kedua model diatas berbeda hanya dari sisi exercise-nya saja, merujuk pada tempat atau negara. Seringkali model Eropa diperdagangkan di Amerika Serikat, atau sebaliknya, model Amerika diperdagangkan di Eropa.
Option trading model Amerika biasanya bernilai lebih mahal dibandingkan model Eropa. Hal itu semata karena option trading tersebut dapat diexercise kapan saja dalam masa kontrak, Sehingga tentu mengandung resiko lebih tinggi dibandingkan exercise hanya pada tanggal kontrak.
Umumnya tujuan trader option trading baik call dan put hanya untuk mengambil selisih keuntungan saja dengan modal yang diusahakan sekecil mungkin. Bagi mereka akumulasi posisi tidak terlalu penting. Dalam pengertian, begitu menemukan profit, maka exercise langsung dilaksanakan. Demi tujuan ini, exercise dapat dilakukan baik dalam model option trading Eropa maupun Amerika, hanya bentuknya saja yang berbeda.
Khusus mengenai waktu yang diperbolehkan untuk exercise, option trading model Amerika dilakukan dengan cara biasa. Yakni exercise begitu keuntungan tercapai pada kapan saja dalam masa kontrak.
Sementara  pada option trading model Eropa, pengambilan profit tidak bisa dilakukan dengan cara exercise begitu keuntungan diperoleh. Sebab exercise hanya bisa dilakukan pada tanggal berakhirnya kontrak. Untuk merealisasikan keuntungan sebelum berakhirnya kontrak, pengguna option trading model Eropa dapat melakukannya dengan cara menjual call option yang dimilikinya (menjadi writer call) ketika telah mendapatkan keuntungan.
Contoh perdagangan option trading
  1. Produk/ Pasar underlying —misalnya: EUR/USD, USD/JPY, emas, minyak, dll.
  2. Tipe option trading —apakah call atau put option
  3. Pembeli atau penjual —apakah Anda ingin menjadi pembeli option atau penjual option?
  4. Jumlah notional —berapa jumlah lot yang ingin ditransaksikan? (tergantung besar kontrak)
  5. Tanggal kadaluarsa—berapa lama Anda ingin menahan posisi? 1 atau 6 bulan, dst..
  6. Harga strike —di level berapa Anda akan exercise? Apakah Anda ingin membeli pada kondisi ITM,  ATM, atau OTM?
Asumsikan  Anda memprediksi bahwa Euro akan mengalami kenaikan secara signifikan terhadap US Dollar dalam satu bulan ini. Saat Euro telah diperdagangkan pada harga 1.2700,  Anda dapat memilih untuk membeli 1 lot EUR/USD pada pasar spot, atau membeli pada pasar option. Di bawah ini adalah parameter yang diperlukan untuk melakukan perdagangan di atas:
  • Produk atau pasar: EUR/USD
  • Tipe option: CALL (berharap harga NAIK)
  • Pembeli Call Option (Call option’s buyer)
  • Jumlah posisi : $100,000 / 1 lot
  • Kadaluarsa : 1 bulan
  • Harga strike : 1.2700 (ATM—sama dengan harga spot)
Mari asumsikan bahwa premi yang Anda bayarkan untuk option trading ini adalah sebesar $1,500. Setelah satu bulan dan kontrak berakhir, asumsikan ada dua skenario yang mungkin terjadi:
Hal yang terpenting yang harus diingat dari ilustrasi diatas adalah bahwa pada skenario 2, pembeli hanya akan mengalami kerugian sebesar $1,500 (terbatas pada premi). Berapapun penurunan harga yang terjadi. Sehingga dengan demikian, keuntungan yang bakal diperoleh oleh penjual juga terbatas hanya pada nilai tersebut, yakni premi $1,500.

Tabel 3: Trading di pasar spot vs option
Seperti yang dapat terlihat pada tabel 3, saat harga terus menguat, keuntungan meningkat baik bagi option trading maupun spot. Namun pada saat harga mengalami penurunan, kunci keunggulan option trading terlihat dengan jelas. Kerugian bagi option trading terbatas hanya pada jumlah premi, sementara bagi spot, kerugian terus meninggi dengan semakin turunnya harga pasar.
Likuidasi option trading sebelum akhir kontrak
Ketika Anda membeli atau menjual option trading, seperti yang sudah dibahas secara sekilas sebelumnya, bahwa Anda dapat melikuidasi posisi tersebut untuk mengambil profit tanpa menunggu saat berakhirnya kontrak, terutama jika Anda menggunakan option trading model Eropa.
Premi yang harus dibayar pada saat melikuidasi posisi option trading tergantung pada seberapa besar nilai waktu (time value) yang tersisa dan pada posisi berapa harga aset yang bersangkutan saat ini dibanding harga strike-nya (ITM, ATM atau OTM).
  • Pembeli Call Option Jika harga telah NAIK, Anda dapat menjual option sebelum kadaluarsa, mengunci profit Anda dan menjual kembali sisa nilai waktu yang ada.
  • Penjual Call Option Jika harga telah TURUN, atau bergerak SIDEWAYS (Penyusutan waktu berarti nilai waktu berkurang), Anda dapat membeli option kembali sebelum berakhirnya kontrak dengan nilai yang lebih sedikit.
  • Pembeli Put Option Jika harga telah TURUN, Anda dapat menjual option sebelum berakhirnya kontrak, mengunci keuntungan Anda dan menjual kembali sisa waktu yang ada.
Penjual Put Option Jika harga telah NAIK, atau bergerak SIDEWAYS, Anda dapat membeli kembali option sebelum berakhirnya kontrak dengan nilai yang lebih sedikit.
Dalam banyak kasus, kebanyakan pemegang option trading akan mengambil keuntungan dengan cara menutup posisi mereka atau melikuidasi posisi yang ada.
Sebagai contoh, instrumen emas (XAU/USD) saat ini diperdagangkan pada harga $900.00 di pasar spot. Anda kemudian memutuskan untuk membeli option trading -nya karena telah memperkirakan emas akan mengalami penurunan cukup besar terhadap mata uang Dollar AS. Parameter nya disusun sebagai berikut:
Produk/ instrumen: XAU/USD Tipe option: PUT (berharap harga TURUN/ JATUH) Tindakan: Membeli PUT option Jumlah posisi: $100 Oz / 1 lot Tanggal Kadaluarsa: 1 bulan (Asumsi tanggal pembelian 1 Juni) Harga strike: $910.00 ($10.00 ITM)
Mari asumsikan untuk contoh ini bahwa premi yang Anda bayarkan sebesar $1,700 ($1,000 Nilai intrinsik dan $700 Nilai waktu).
Beli 1 LOT Emas PUT option trading, pada harga STRIKE 910, akhir kontrak 30 Juni

Tabel 4: Likuidasi option XAU/USD
Tabel 4 memberikan ilustrasi kepada Anda bahwa Anda tidak perlu menunggu saat akhir kontrak untuk melikuidasi posisi option trading Anda.
Seperti yang terlihat pada tanggal 21 Juni, harga emas telah mengalami penurunan hingga ke harga 880. Pergerakan harga ini sesuai dengan perkiraan Anda. Pada saat itu, waktu yang tersisa bagi option trading Anda sebelum berakhirnya kontrak adalah 9 hari dengan nilai kurang lebih $210 dari nilai waktu awal sebesar $700.
Bagaimanapun, terdapat nilai intrinsik sebesar $3,000 ($910-$880 x 100) dari option trading tersebut (karena option pada kondisi ITM $30.00), sehingga membuat option trading tersebut bernilai $3,210. Maka dengan demikian Anda dapat melikuidasi posisi option trading pada harga $3,210.
Setelah dikurangi dengan biaya premi, Anda memperoleh keuntungan bersih sebesar $1,510 ($3,210-$1,700).
Hedging posisi melalui option trading
Option trading dapat juga digunakan sebagai fungsi hedging. Maksud dari ‘hedging’ disini adalah bahwa Anda dapat melindungi nilai aset Anda sekarang dengan cara mengambil posisi yang berlawanan di pasar option trading. Konsep ini serupa dengan konsep asuransi. Ketika Anda mengasuransikan mobil atau rumah. Option trading juga dapat digunakan untuk melindungi Anda pada masa-masa rugi. Tabel  5 di bawah ini, memberikan perbandingan ilustrasi antara asuransi rumah terhadap kebakaran dan asuransi option trading terhadap kerugian yang Anda derita di pasar spot.

Tabel 5: Asuransi vs hedging option
Melalui hedging di pasar option trading, Anda dapat membatasi kerugian yang Anda alami dengan hanya membayar premi dan dengan peluang keuntungan yang tidak terbatas. Seperti yang dicontohkan pada kasus Euro diatas. Jika EUR/USD mengalami kenaikan ke harga 1.4000, Anda akan mendapatkan keuntungan sebesar $10,000, dengan keuntungan bersih sebesar $6000 (setelah dikurangi premi). Namun, jika harga EUR/USD anjlok tajam katakanlah ke harga 1.2000, maka kerugian Anda hanya terbatas pada premi ($4000) yang Anda bayarkan. Ini terjadi  karena option trading Anda akan mendapatkan keuntungan untuk menutupi kerugian dengan jumlah yang sama dari pasar spot.  Melalui metode ini, Anda sepenuhnya menyadari tentang peluang keuntungan dan batasan kerugian yang mungkin Anda alami.
Rekomendasi Option trading secara umum
Secara umum, para analis maupun penasehat keuangan Anda akan menyarankan untuk menjual option trading pada saat harga bergerak dalam area terbatas. Dan menyarankan membeli pada saat harga bergerak dalam tren naik, walaupun biasanya harga premi cenderung tinggi pada saat harga bergerak satu arah atau pada saat fluktuasi harga tinggi.
Gambar Figur 5 dibawah ini memberikan tahapan yang membeli dan menjual option trading pada kondisi-kondisi tertentu.

Gambar Figur 5. Rekomendasi umum
Review
  • Sebagai pembeli option trading, kerugian Anda terbatas hanya pada premi yang Anda bayarkan sementara potensi keuntungan Anda tidak terbatas.
  • Sebagai penjual option trading, kerugian Anda tidak terbatas, sementara keuntungan Anda terbatas pada premi yang Anda terima.
  • Dalam pasar spot, Anda dapat memperoleh keuntungan atau kerugian yang tidak terbatas, namun melalui pembelian option trading, Anda dapat membatasi kerugian hanya pada premi dan keuntungan Anda tetap tidak terbatas.
  • Melalui hedging di pasar option trading, Anda dapat membatasi kerugian Anda di pasar spot, dan tetap membuka peluang keuntungan yang tidak terbatas.

DASAR-DASAR FOREX CFD

CFD (Contract for Difference)

Bagian ini akan membahas:
Pengertian CFD dan perbandingan CFD dengan trading saham
Kegunaan CFD dalam diversifikasi portfolio
Strategi trading untuk meningkatkan hasil
Pengenalan CFD
CFD yang merupakan singkatan dari Contract for Difference pertama kali diluncurkan pada awal tahun 1990-an di Inggris atas permintaan beberapa institusi trader dan hedge fund besar. Korporasi jasa perantara investasi ini menginginkan agar saham dapat dijual tanpa harus melibatkan dana pinjaman dan biaya yang besar.
CFD adalah sebuah produk derivatif turunan dari instrumen lain yang sudah ada. Karakteristik yang menarik investor adalah keterlibatan modal yang jauh lebih kecil, karena CFD menggunakan konsep margin trading. Melalui penggunaan konsep ini, investor atau trader dapat menerima keuntungan atau kerugian dengan jumlah yang sama dengan perdagangan saham riil. Hanya dengan menggunakan skala modal lebih kecil.
Sebagai jenis perdagangan yang tidak memiliki aset, CFD memerlukan kontrak seperti halnya produk derivatif lain. Keterlibatan kontrak membuat CFD dapat diperdagangkan dengan likuiditas tinggi dan memiliki kemampuan untuk short sell.
Margin dan Gearing
CFD diperdagangkan dengan marjin dan proses transaksinya dapat dilaksanakan melalui penggunaan deposit dana. Pada umumnya, broker menggunakan marjin sebesar 10% dari nilai kontraknya.
Berikut ini adalah contoh tentang bagaimana CFD bekerja, Anda ingin membeli 10,000 saham dari perusahaan DELL pada harga $19.30. Untuk bisa mendapatkan saham tersebut secara riil, Anda harus menyiapkan modal sebesar $193,000. Sedangkan pada CFD, Anda hanya perlu 10% dari nilai kontrak, yaitu $19,3000 untuk melakukan transaksi yang sama (Lihat tabel 1)

Tabel 1: Perbandingan kebutuhan modal saham dan CFD
Hal yang perlu diketahui adalah bahwa Anda harus siap menutupi seluruh nilai kontrak dan biaya lain-lain jika harga bergerak tidak sesuai dengan harapan. Anda juga harus memiliki kemampuan untuk menjaga kebutuhan dana jika diperlukan pada waktu-waktu tertentu.
Akan tetapi CFD memiliki nilai lebih yang besar pula. Keunggulan utama marjin trading adalah bahwa anda tidak perlu mengeluarkan seluruh nilai kontrak, sehingga Anda dapat melakukan transaksi lebih besar dari biasanya. Hal ini menjadi keuntungan lebih dibandingkan dengan perdagangan saham riil. Cara trading dengan menggunakan marjin disebut dengan istilah gearing.
Persamaan saham dan CFD
Membeli sebuah CFD hampir sama dengan memiliki sebuah saham. Anda berarti telah memberikan nilai tambah dari kepemilikan saham, namun tanpa memiliki sahamnya. Berbagai manfaat yang biasa diperoleh pemegang sahama juga turut Anda raih, antara lain, keuntungan modal dan dividen. Agar lebih memperluas wawasan mengenai instrumen ini, patut disimak persamaan dan perbedaan antara perdagangan saham dan CFD:
Pergerakan harga CFD diperdagangkan dengan kuotasi dan performa yang sama dengan saham riilnya. Contohnya: Jika nilai saham naik sebesar 20%, nilai CFD pun akan naik dengan persentase yang sama. 
Dampak sebuah berita (positif atau negatif) pada saham akan persis sama pada pasar CFD, karena keduanya memiliki pergerakan harga yang sama. 
Aksi emiten (termasuk dividen) Yaitu even yang dilakukan oleh perusahaan yang memiliki dampak bagi pemegang modal. Contohnya adalah: merger, stock split, dividen dan lain sebagainya. Dampak dari aksi emiten ini akan berpengaruh juga terhadap harga CFD. Sama halnya dengan saham, dengan CFD Anda akan menerima seluruh manfaat dari aksi emiten (atau ekuivalen) yang langsung akan dikredit pada account Anda. Salah satu pengecualian adalah sebagai trader sebuah CFD, Anda tidak memiliki hak voting pada resolusi atau meeting direksi. 
Likuiditas tinggi CFD diperdagangkan dengan cara Over-The-Counter (OTC), sehingga Anda dapat masuk posisi baru atau melikuidasi posisi yang ada secara langsung seperti yang dilakukan pada saham (dengan syarat saham tersebut memiliki kapitalisasi besar). 
Harga hampir sama Harga saham diperoleh dari bursa yang bersangkutan. Karena CFD tidak memiliki bursa tersendiri, namun merupakan derivatif dari saham, harga CFD saham memiliki kaitan yang erat dengan harga saham yang dikuotasikan dari bursa. 
Spread ketat Pada umumnya, spread saham AS bervariasi tetapi biasanya berkisar antara satu sampai empat poin. Untuk CFD spreadnya fixed, dan bisa serendah hanya dua poin. 
Tidak ada kadaluarsa Lain dengan futures, saham riil dan CFD tidak memiliki tanggal kadaluarsa, sehingga Anda memiliki kebebasan untuk masuk posisi baru atau likuidasi posisi yang Anda pada saat kapan saja Anda inginkan ketika bursa buka. Anda juga dapat membiarkan posisi terbuka selama Anda menginginkannya.
Komponen utama CFD
Ada beberapa perbedaan penting antara CFD dan saham underlying. Komponen-komponen ini patut Anda pahami sebelum terjun pada transaksi CFD. Perbedaan tersebut adalah:
Margin Seperti yang sudah dibahas, CFD diperdagangkan dengan margin yang bisa serendah 10% dari nilai perdagangan. Dalam perdagangan saham, Anda dapat mengambil fasilitas marjin dengan melakukan peminjaman. Namun hanya 50% yang dapat digunakan sebagai pinjaman. Sedangkan dalam CFD, posisi sebesar 10 kali jumlah marjin dapat diambil. 
Short Sell Sebuah CFD dapat dibeli atau dijual terlebih dahulu, sehingga setiap kesempatan baik dalam pasar bullish ataupun bearish. Short selling beberapa saham tidak diperbolehkan (Contoh: Indonesia). Sementara saham AS, dapat terlebih dahulu dijual namun terbatas pada peraturan (uptick) dan memerlukan biaya yang mahal (karena biaya pinjaman). 
Dividen adalah faktor yang perlu diperhatikan ketika berinvestasi pada saham. Untuk CFD, pembeli CFD dapat menerima manfaat dividen jika telah membeli saham tersebut. Namun perbedaan utamanya adalah untuk saham AS, Anda dikenakan beban pajak sebesar 30% dari dividen yang diterima. Hal tersebut tidak berimplikasi pada CFD. Contohnya jika Anda berhak menerima dividen sebesar $0.50/ saham untuk 10,000 saham, Anda akan menerima $5,000 sepenuhnya untuk posisi CFD Anda, tetapi untuk saham riil karena pajak 30% yang dikenakan, Anda hanya akan menerima jumlah net sebesar $3,500. Keunggulan lainnya adalah dividen dibagikan pada tanggal ex-devidend untuk posisi buy CFD. Sedangkan untuk saham, dividen diterima pada tanggal Pay date yang ditentukan oleh emiten, yang bisa memakan waktu sebulan setelah tanggal ex-dividend. Pemilik posisi jual CFD, akan membayar jumlah yang ekuivalen pada ex-dividend date. Catatan : Posisi harus terbuka sebelum ex-dividend date untuk menerima manfaat dividen tersebut (kondisi yang sama seperti saham).
Biaya overnight CFD Pembeli sebuah CFD akan membayar biaya overnight berdasarkan suku bunga US LIBOR (London Inter-Bank Offered Rate) yang sedang berlaku. LIBOR adalah suku bunga yang digunakan untuk peminjaman interbank. Pada umumnya selisih sebesar 2% untuk posisi beli. Sedangkan penjual CFD akan menerima LIBOR dikurangi 2%.
Antrian Transaksi CFD, karena merupakan produk OTC langsung dieksekusi oleh broker CFD Anda. Tidak ada bursa sentral sehingga tidak ada antrian order, oleh karena itu, juga tidak ada istilah partial fills untuk CFD seperti yang ada pada saham. 
Tidak ada  kepemilikan Ketika membeli sebuah CFD, tidak ada unsur kepemilikan dalam transaksi tersebut. Sehingga tidak ada hak voting dan juga tidak terdapat biaya bea materai seperti yang terdapat pada perdagangan saham negara tertentu (Contohnya adalah UK).
Seperti dibahas, tabel 2 dibawah merupakan ringkasan dari perbedaan utama dalam perdagangan saham dan CFD.

Tabel 2: Perbandingan saham dan CFD 
Contoh transaksi CFD
Asumsikan Anda deposit sebesar $7,500 kepada broker CFD Anda. Anda membeli CFD senilai $75,000. Anggap Anda membeli 5 lot Morgan Stanley (MS) pada harga $15.00. MS kemudian naik ke level $16.00, dan Anda menduga kenaikan akan terus berlanjut, dan menyimpan posisi overnight. Pada hari berikutnya, Anda menerima dividen sebesar $0.40/saham. MS juga menguat ke level $16.10. Anda kemudian melikuidasi posisi yang ada pada harga tersebut. Neraca Anda akan sebagai berikut:

Tabel 3: Contoh lengkap transaksi CFD
Seperti yang dilihat pada contoh diatas, neraca akhir adalah $14,614. Jika dibandingkan keuntungan dengan modal awalnya, profit adalah 94% dari modal awal. Keuntungan dibanding modal (istilah ROI) diperbesar akibat leverage, demikian juga biaya dan kerugian pun. Sehingga gunakan leverage sesuai tingkat kenyamanan anda.
*Berdasarkan komisi sebesar 0.5% untuk buy dan sell.
US LIBOR pada level 3%
Manfaat CFD
CFD dapat digunakan untuk berbagai fungsi. Pada umumnya terdapat dua tujuan utama trader dalam pemanfaatan CFD. Tujuan hedging tersebut adalah diversifikasi dan hedging posisi yang ada.
Diversifikasi
CFD, karena dapat digunakan dengan leverage yang tinggi dapat juga digunakan untuk diversifikasi risiko. Pada saham, biasanya tidak ada unsur leverage, sehingga modal yang digunakan (biasanya membeli) hanya dapat membeli senilai dengan modalnya. Namun dengan CFD, Anda dapat menggunakan leverage untuk merancang portfolio 5-10 CFD saham dengan modal yang digunakan hanya setara dengan satu kali transaksi saham (leverage 10:1).
Gambar 1 menjelaskan bahwa dengan modal sebesar $100,000, Anda dapat mengendalikan saham senilai $500,000, dengan nilai investasi per saham sebesar $100,000 dan dalam lima sektor pasar, maka Anda hanya menggunakan dana sebesar $ 50,000 dan masih memiliki $50,000 sisa (karena menggunakan 10% leverage). Dalam perdagangan saham, jumlah sebesar $100,000 hanya dapat diinvestasikan ke satu sektor yang bernilai $100,000.

Gambar 1: Diversifikasi dengan CFD
Hedging
Dalam hal ini, CFD menawarkan peluang hedging yang sempurna bagi portfolio saham Anda. Terdapat hubungan yang sangat erat baik dari sisi harga dan kuantitas antara saham dan CFD. Pada saat koreksi terjadi, Anda memerlukan posisi yang berlawanan untuk melindungi nilai saham dan sama sekali tidak terpengaruh atas fluktuasi yang terjadi. Ketika pasar sudah memiliki arah pergerakan yang jelas, Anda kemudian dapat melepaskan hedging.
Terdapat tiga keunggulan utama melakukan hedging saham melalui CFD:
Modal yang diperlukan jauh lebih rendah akibat penggunaan leverage di CFD. Pajak tidak dikenakan pada keuntungan modal yang diperoleh dari CFD, sementara di saham terkena pajak. Tidak diperlukan likuidasi posisi saham Anda.
Strategi trading CFD
Pairs trading
Pairs trading dapat diartikan sebagai aktifitas trading melalui dua instrumen yang berbeda namun memiliki korelasi yang tinggi. Dalam banyak kasus, misalnya pada transaksi saham, trading ini dilakukan pada dua saham dalam sektor atau industri yang sama. Ketika korelasi temporer antara keduanya meningkat (atau menurun), maka kondisi tersebut dianggap sebagai peluang dan dimanfaatkan dengan cara membeli saham yang satu sementara di saat yang sama menjual saham yang lain.
Sebagai contoh:
Saham Exxon Mobil (XOM) dan Conoco Philips (COP) adalah dua saham yang berada pada sektor sama yakni energi. Keduanya memiliki korelasi pergerakan 1.65:1. Maksudnya adalah, 1 poin pergerakan saham XOM relatif sama dengan (•) 1.65 saham COP.
Pada tanggal 17 Maret 2009, terjadi pelebaran korelasi mencapai level 1.85. Sehingga 1 saham XOM sama dengan 1.85 saham COP. Hal ini mengindikasikan bahwa XOM relatif overvalue terhadap saham COP. Harga saham XOM pada saat itu berada di level $67.50 dan COP pada level $36.50. Peluang ini dapat diambil dengan cara menjual saham XOM dan disaat yang sama membeli saham COP, dengan volume masing-masing 1 lot.
Pada tanggal 23 April, korelasi kedua saham tersebut kembali pada level semula, 1.65. Pada titik ini, saham XOM diperdagangkan di harga $65.30 sementara saham COP pada harga $39.30. Oleh karena itu, kedua posisi sebelumnya dapat dilikuidasi pada saat yang sama. Jika kita asumsikan peluang tersebut telah diambil, maka hasil yang diperoleh sebagai berikut:

Tabel 5: Contoh pair trading
*Asumis LIBOR pada rate 0.4% Tabel 6.5: Contoh pair trading
Dari tabel 5, rate LIBOR diasumsikan 0.4%. Sehingga posisi beli dikenakan bunga sebesar 2.4% (LIBOR + 2%) dan posisi jual dikenakan bunga sebesar 1.6% (LIBOR- 2%). Kedua posisi tersebut dipertahankan selama 25 hari, sehingga menghasilkan total biaya sebesar $140 ( $75 COP dan $65 XOM).
Begitu korelasi mengalami kontraksi kembali, kedua saham tersebut bergerak sesuai harapan, dan menghasilkan keuntungan bersih sebesar $4,860.
Strategi dividen (Dividend play)
Saham yang menawarkan tingkat dividen yang besar terkadang dapat memberikan peluang dan alasan trading yang baik, bahkan dalam banyak kasus validitasnya cukup tinggi, sebab, selain pembagian keuntungan, dividen juga memberikan gambaran tentang optimisnya kondisi suatu perusahaan.
Melalui CFD, ada dua keunggulan penting dividen, yang pertama adalah dividen yang diterima tidak dikenakan pajak. Kelebihan kedua, yakni  jumlah dividen bukan dihitung berdasarkan marjin atau leverage, namun dihitung berdasarkan  nilai kontrak atau nilai saham originalnya. Hal ini juga berarti Anda dapat melipatgandakan jumlah dividen Anda melalui CFD, jika menggunakan jumlah modal yang sama dengan transaksi saham.
Tabel 6 memberikan perbandingan pembagian dividen dari tiga perusahaan yang memiliki fundamental kuat.

Tabel  6: Perbandingan hasil Dividen 3 perusahaan bagi CFD dan saham
Seperti yang dapat dilihat dari tabel, saham Microsoft (MSFT) diperdagangkan pada $20.00 dan membagikan dividen per tahun sebesar $0.52/ saham, atau menghasilkan 2.6% return per tahun bagi pemegang saham, dan 26% return bagi pemegang CFD. Dalam kasus AT&T Saham menghasilkan return sebesar 6% sementara CFD menghasilkan  60%.
Hal yang sangat perlu diperhatikan adalah ketika memegang posisi CFD adalah masalah pembiayaan bunga. Sebab, Semakin lama posisi CFD dipertahankan maka semakin besar biaya bunga yang Anda harus bayarkan.
Dari sisi penggunaan strategi dividen misalnya, kita ambil contoh kasus General Electric (GE) yang tertera pada tabel 6.6 sebagai bahan pertimbangan. Perusahaan GE membagikan dividen per tahun dalam jumlah yang besar, yakni $1.52/ saham. Asumsikan Anda telah membeli CFD saham GE sebanyak 1,000 lembar pada harga $11.50 dan Anda menahan posisi tersebut selama satu tahun, dan selama itu harga tidak mengalami pergerakan yang berarti (anggap saja demikian).

Tabel 7: Perbandingan hasil dividen saham dan CFD, menahan posisi 1 tahun *Asumsi LIBOR at 0.4%
Dalam tabel 7 di atas, dapat dilihat bahwa Anda harus membayar bunga sebesar $276 akibat mempertahankan posisi tersebut selama satu tahun, sementara pada saham Anda tidak perlu membayar bunga apapun.
Referensi
  • Di bawah ini terdapat beberapa website yang umumnya digunakan untuk mendapatkan informasi fundamental dan dividen saham AS;
  • www.dividend.com (Informasi tentang dividen) www.moneycentral.com (Fundamental saham) www.dividendinvestor.com (Informasi dividen ) www.learncfds.com (Belajar CFD)
Review
  • CFD dan saham yang menjadi rujukannya memiliki pergerakan yang sama.
  • Leveraging yang digunakan CFD merupakan alat yang ideal untuk trading saham, baik dengan tujuan diversifikasi portfolio atau melakukan lindung nilai (hedging)
  • Mekanisme trading CFD sama dengan saham, sehingga faktor fundamental yang menggerakkan saham juga merupakan faktor yang menggerakkan harga CFD.
  • Dividen juga diterapkan pada CFD, seperti halnya saham, sehingga dapat digunakan dengan tujuan mendapatkan extra income.

DASAR-DASAR FOREX KOMODITI

Perdagangan komoditi
Komoditi atau trading komoditi selalu menjadi instrumen primadona bagi kebanyakan manajer investasi global. Secara otomatis perputaran modal yang terjadi di pasar komoditi cukup bersaing.
Komoditi dapat diartikan sebagai sesuatu yang bersubstansi fisik, seperti hasil pertanian dan hasil pertambangan. Dimana investor atau trader dapat melakukan pembelian atau penjualan baik melalui pasar futures maupun spot. Instrumen ini merupakan salah satu dari sebagian kecil instrumen investasi, dimana partisipan yang memiliki modal kecil dapat terlibat dan meraup keuntungan besar dalam waktu yang relatif singkat.
Akan tetapi, komoditi sebagai lahan trading memiliki reputasi tinggi dalam tingkat resiko, khususnya bagi kalangan investor individu. Pada kenyataannya, resiko trading dalam pasar komoditi tidak akan lebih dari resiko yang sudah Anda tentukan sendiri. Selebihnya adalah masalah resiko pergerakan harga, yang cenderung sama dengan resiko pergerakan harga aset yang lain seperti saham atau obligasi.
Yang perlu Anda lakukan adalah mengenali dan memonitor faktor yang menggerakkan harga, seperti pajak, inflasi, suku bunga, cuaca, transportasi dan biaya teknologi, yang masing-masing memiliki perbedaan efek terhadap setiap komoditi.
Secara umum komoditi terbagi dua, yang pertama komoditi keras yang umumnya adalah hasil pertambangan seperti emas, perak, minyak, dan komoditi lain yang memiliki keterbatasan sumber di bumi dan pada umumnya memerlukan sumber daya dan dana tinggi untuk memperolehnya. Yang kedua adalah komoditi lunak yang merupakan hasil pertanian seperti gula, coklat, kopi dan lain-lain. Tabel 1 memberikan contoh lebih detil mengenai komoditi.

Tabel 1: Tipe-tipe komoditi
Karena banyaknya jenis komoditi yang diperdagangkan di pasar dunia, fokus kita pada buku ini hanya dibatasi pada sebagian dari komoditi keras seperti emas, perak dan minyak. Ketiga instrumen tersebut dapat diperdagangkan pada pasar spot, futures atau option, pada umumnya sudah berbentuk kontrak yang dapat diperjualbelikan dengan lebih mudah. 
Logam
Sejarah mencatat bahwa logam sudah memiliki nilai tinggi sejak dahulu kala. Terutama logam mulia seperti emas dan perak yang selama berabad-abad telah menjadi alat tukar dalam transaksi perdagangan. Termasuk perdagangan internasional, sebelum diciptakan uang fisik seperti sekarang.
Tingginya nilai logam di mata dunia tersebut masih bertahan hingga saat ini. Emas dan perak oleh kebanyakan investor masih dianggap sebagai lahan investasi yang terus bersinar.
Kontrak komoditi futures logam mulia sama halnya dengan kontrak komoditi future lain yang berisi perjanjian penyerahan ke depan pada harga tertentu. Kontrak ini sudah resmi distandarkan oleh lembaga dunia dalam ukuran, kualitas, waktu dan tempat yang ditentukan.
Seperti halnya komoditi lain, emas dan perak dapat diperdagangkan dalam bentuk spot atau option selama 24 jam sehari.
Cara berinvestasi emas
Melalui perkembangan teknologi dan trading komoditi, emas dapat diinvestasikan melalui berbagai cara. Serta dengan cakupan produk yang luas seperti, Gold Bullion, Gold Certificates, Gold Accounts, Gold Exchange Traded Funds (ETFs), Gold Mining Shares dan Gold Mutual Funds.
  1. Emas Bullion
    Anda dapat membeli komoditi emas secara langsung dalam bentuk batangan atau koin. Jika Anda membeli gold bullion (emas dalam skala besar) atau koin emas, Anda berarti berurusan dengan emas secara fisik. Dalam hal ini, kehatian-hatian perlu dipertimbangkan, terutama masalah penyimpanan dan asuransi.
    Membeli emas secara fisik merupakan cara investasi populer sejak berabad-abad lalu. Logam mulia ini memberi jaminan bagi investor bahwa nilai asset ini tidak akan pernah bernilai nol, seperti yang mungkin terjadi pada saham atau instrumen finansial lain.
     
  2. Sertifikat Emas (Gold Certificates)
    Membeli sertifikat emas merupakan salah satu cara untuk memiliki emas  secara tidak langsung. Anda hanya akan memegang sertifikat tanpa memegang bentuk fisiknya. Investor akan diuntungkan dari segi keamanan dan masalah penyimpanan. Namun, cara ini masih belum populer dimata investor karena  mereka masih belum merasa memiliki emas jika tidak memiliki fisiknya.
     
  3. Rekening Emas (Gold Accounts)
    Beberapa bank telah menyediakan rekening emas, dimana Anda dapat melakukan pembelian, penjualan ataupun penyimpanan emas. Rekening ini umumnya terbagi dua model, rekening yang teralokasi dan rekening yang tidak teralokasi.

    Dalam rekening yang teralokasi, emas yang Anda beli tersimpan dalam kotak/tempat penyimpanan yang aman dan kepemilikan sepenuhnya berada di tangan Anda. Deposit box disediakan oleh pihak bank, Anda hanya harus membayar biaya sewa dan asuransi untuk jasa pelayanan tersebut. Sementara untuk rekening yang tidak teralokasi, Anda tidak mempunyai alokasi kepemilikan emas, sehingga Anda tidak pelu membayar sewa atau asuransi. Namun, pihak penyimpan memiliki hak untuk  menyewakan emas yang Anda simpan
     
  4. Emas Exchange Traded Funds (ETF)
    ​Dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) merupakan reksa dana yang diperdagangkan di bursa efek, seperti saham. Sebuah ETF memegang aset seperti saham, komoditas, atau obligasi, dan perdagangan dekat dengan nilai aktiva bersih atas tentu saja dari hari perdagangan. Kebanyakan ETF melacak indeks, seperti indeks saham atau indeks obligasi. ETF mungkin menarik sebagai investasi karena biaya yang rendah, efisiensi pajak, dan fitur-saham seperti. ETF adalah jenis yang paling populer dari produk yang diperdagangkan di bursa. 

DASAR-DASAR FOREX 2

Indeks Saham
Bagikan :
Indeks saham pada umumnya keberadaannya lebih di ketahui masyarakat baik AS, Eropa maupun Asia, karena seringnya indeks saham tersebut muncul dalam laporan berita. Sebagian kecil kalangan trader dan mayoritas orang belum sepenuhnya memahami bagaimana indeks ini diperdagangkan. Pada umumnya anggapan yang muncul adalah indeks diperdagangkan persis seperti saham atau hanya dianggap sebagai informasi yang dapat dijadikan indikator pergerakan harga saham di suatu sektor.
Padahal kenyataannya, indeks saham berbeda dengan saham. Indeks saham tidak diperdagangkan di bursa saham (stock exchange) karena indeks bukanlah saham. Agar indeks saham dapat diperdagangkan, maka harus ada kontrak yang menentukan ukuran dan waktu penyerahan.
Kontrak tersebut kemudian diperdagangkan di bursa berjangka (futures markets). Sehingga indeks saham yang diperdagangkan dapat mengacu kepada sebuah kontrak penyerahan di masa depan terkait dengan sejumlah dana yang dihitung berdasarkan nilai indeks saham.
Karena berbentuk kontrak, indeks memungkinkan terjadinya perdagangan untuk tujuan spekulasi. Disamping untuk melindungi nilai saham (hedging) yang mengalami kerugian, baik dalam kondisi market naik atau turun. Indeks saham juga menutupi kelemahan trading di saham akibat sulitnya memilih saham individual berpenampilan terbaik dengan menyediakan nilai saham secara keseluruhan, baik total maupun per sektor industri. walau dalam kondisi bullish sekalipun.
Anda dapat mempertimbangkan untuk menggunakan indeks saham sebagai lahan trading karena dua faktor penting, yakni: fleksibilitas dan leverage.
Sebagai tambahan, instrumen yang terdapat di pasar futures memiliki area pergerakan harga yang baik dengan likuiditas yang tinggi. Beberapa instrumen seperti Dow Jones bahkan dapat diperdagangkan 24 jam penuh sehari. Anda dapat menggunakan indeks saham futures untuk mengambil tindakan berdasarkan opini yang bebas dan penyesuaian dengan tingkat resiko Anda sendiri ke berbagai instrumen secara lebih efisien.
Pengertian Indeks Saham
Indeks saham atau stock indexes (STODEX) adalah harga atau nilai dari sekelompok saham yang dikumpukan berdasarkan kategori tertentu. Indeks ini merupakan indikator pergerakan harga dari seluruh saham yang diwakilinya.
Misalnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mewakili seluruh pergerakan harga saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia atau Jakarta Industrial Classification (JASICA) yang mewakili pergerakan harga dari sektor industri tertentu.
Setiap negara biasanya memiliki kriteria dan cara tersendiri untuk memilah dan memperdagangkan Indeks saham.
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, karena Indeks saham merupakan indikator saham saja yang tidak memiliki aset, maka untuk dapat diperdagangkan sebagai instrumen investasi, indeks saham harus berbentuk kontrak yang memiliki kriteria tertentu, seperti satuan unit (lot), nilai kontrak dan jangka waktu penyerahan. Karena kriteria tersebut-lah, maka indeks saham diperdagangkan difutures market atau bursa berjangka di Indonesia.
Trading index saham berjangka memiliki arti memperdagangkan (memperjualbelikan) indeks saham berjangka yang sesuai dengan kriteria diatas.
Jenis Indeks Saham
Terdapat banyak sekali jenis indeks yang diperdagangkan di dunia, karena pada umumnya hampir seluruh negara memiliki indeks sahamnya sendiri. Bahkan beberapa negara memiliki lebih dari satu indeks, seperti halnya Amerika Serikat yang memiliki Dow Jones, NASDAQ, dan S&P 500 atau Jepang yang memiliki Nikkei dan Topix index.
Di bawah ini adalah indeks saham yang paling populer di Asia dan Amerika Serikat;
  1. Indeks Hang Seng, Hong Kong
    Hang Seng Index (disingkat HSI) adalah indeks saham yang dihitung berdasarkan kapitalisasi pasar saham di Hong Kong yang pertama kali diluncurkan pada tanggal 24 Nopember 1969. Pada awalnya digunakan untuk memonitor dan mencatat perubahan harian saham berkapital besar. Terdiri dari 45 perusahaan yang mewakili 67% dari total kapital yang diperdagangkan di bursa saham Hong Kong. Hang Seng Index dapat  diklasifikasi berdasarkan 4 sektor utama:

    Hang Seng Finance Sub-index Hang Seng Utilities Sub-index Hang Seng Properties Sub-index Hang Seng Commerce & Industry Sub-index
     
  2. Nikkei 225, Japan
    Nikkei 225 adalah indeks saham yang ada di bursa saham Tokyo (Tokyo Stock Exchange /TSE). Pergerakan indeks ini sudah dipublikasikan oleh surat kabar Nihon Keizai sejak tahun 1971 dan merupakan satu dari sebagian kecil faktor yang menggerakkan mata uang Yen Jepang. Saat ini, Nikkei telah berperan sebagai indeks saham yang paling aktif dan diminati oleh pelaku pasar internasional. Mirip dengan indeks Dow Jones di AS dan telah dicatat di bursa-bursa utama dunia seperti Singapore Exchange, Osaka Securities Exchange dan Chicago Mercantile Exchange.
     
  3. KOSPI 200, Korea
    KOSPI adalah singkatan dari Korea Composite Stock Price Index, yang merupakan indeks saham gabungan seluruh perusahaan yang tercatat di bursa Korea. Sesuai namanya, KOSPI terdiri dari 200 perusahaan terbesar. Futures indeks ini merupakan salah satu indeks saham teraktif yang diperdagangkan di Asia.
     
  4. Dow Jones Industrial Average (DJIA), USA
    Dow Jones Industrial Average (simbol >DJI, DJIA atau $INDU) adalah salah satu indeks saham yang diciptakan oleh Jurnal Wall Street dan pendirinya, Charles Dow. DJIA merupakan indeks saham yang paling populer dan paling diminati di dunia. Indeks ini terdiri dari 30 perusahaan blue-chip papan atas dunia seperti IBM, Procter & Gamble, Hewlett Packard, Coca-Cola, Johnson & Johnson dan perusahaan-perusahaan terkenal lainnya. Indeks futures Dow Jones dapat diperdagangkan dengan modal penuh atau dengan kontrak mini di Chicago Mercantile Exchange.
     
  5. Standard & Poor's 500 (SPX), USA
    Standard & Poors 500 (simbol $SPX, INX atau >GSPC) adalah indeks saham yang lebih luas cakupannya, terdiri dari 500 perusahaan besar AS. Beberapa trader dan manajer investasi lebih memilih memperdagangkan S&P 500 dibanding indeks saham Dow Jones karena cukup likuid dan memiliki fluktuasi yang tinggi. indeks futures S&P 500 juga dapat diperdagangkan dengan modal penuh atau kontrak mini di bursa perdagangan Chicago (Chicago Mercantile Exchange/ CME).
     
  6. NASDAQ-100, U.S.
    Indeks saham NASDAQ (simbol $IXIC atau COMPX) juga merupakan salah satu indeks saham yang paling populer di dunia. Kebanyakan perusahaan yang terdaftar dalam indeks ini merupakan saham teknologi sehingga terkadang disebut juga sebagai Indeks Teknologi. Pengamat dan pelaku pasar menggunakan indeks saham ini dengan tujuan yang sama, yakni sebagai indikator saham teknologi dunia dan hampir tidak dapat digunakan sebagai indikator saham secara keseluruhan. Sesuai namanya, Indeks ini terdiri dari 100 perusahaan multinasional yang diperdagangkan di NASDAQ, dan dapat dilakukan secara penuh atau melalui mini kontrak di bursa perdagangan Chicago.
Keunggulan indeks saham
Trading dengan indeks saham memiliki banyak manfaat dan keunggulan yang tidak dapat disediakan oleh saham dan beberapa di antaranya juga tidak dapat disediakan oleh instrumen lain. Keunggulan penting yang perlu Anda ketahui adalah:
Kinerja Diversifikasi Kesempatan jual (Short Selling) Leverage Online Trading
Kinerja
Indeks utama dunia merupakan instrumen yang memiliki kinerja terbaik, bahkan 97% melebihi kinerja investasi seluruh reksa dana aktif selama 40 tahun terakhir. Trading indeks saham tidak memerlukan dana penuh, hanya memerlukan sebagian kecil dana dari nilai kontraknya. Jadi, ketika Anda berhasil, tingkat ROI yang dihasilkan pun sangat besar.
Diversifikasi
Setiap indeks saham bergerak mewakili saham-saham yang ada didalamnya secara menyeluruh. Indeks merupakan tempat yang ideal untuk melakukan diversifikasi portfolio. Sebagai contoh, Anda telah membeli saham Bank of America index. Kemudian perusahaan tersebut melaporkan kerugian besar yang membuat harga sahamnya anjlok drastis. Jika Anda melakukan diversifikasi melalui indeks S&P 500, efek tersebut tidak akan terlalu signifikan karena masih tersisa 499 saham perusahaan lain yang mendukung harga indeks. Apabila terjadi sesuatu pada indeks saham, Anda tidak akan menghadapi persoalan likuiditas. Sehingga dapat dilakukan sesegera mungkin tanpa antrian. Anda pun tidak akan menemukan kecurangan perdagangan seperti yang biasa terjadi pada saham-saham perusahaan individual.
Short selling (spekulasi dan hedging)
Indeks saham biasanya turut menguat dalam keadaan bullish dan melemah dalam keadaan bearish. Indeks memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh saham pada saat harga mengalami penurunan, Saham memiliki kecenderungan untuk turun atau koreksi tajam. Bahkan kadang terjadi lebih cepat dibandingkan penguatannya, namun Anda tidak bisa melakukan apa-apa kecuali menunggu harga kembali naik.
Berbeda dengan pasar saham, Anda dapat menjual indeks saham semudah ketika membelinya. Tidak ada peraturan yang membatasi dalam kondisi bagaimana Anda dapat menjual. Pada waktu dan kondisi apapun dalam sesi perdagangan, Anda dapat melakukan penjualan.
Kenaikan dan penurunan saham secara umum biasanya akan menghasilkan pergerakan yang sama bagi indeksnya. Sehingga Anda dapat melakukan semacam partial hedging untuk melindungi kerugian portfolio Anda akibat penurunan harga saham.
Leverage
Indeks saham biasanya diperdagangkan menggunakan leverage sekitar 7 hingga 10% dari nilai kontraknya. Penggunaan leverage ini memungkinkan seseorang untuk meningkatkan rasio potensi resiko dan keuntungannya berkali lipat dibandingkan tanpa leverage.
Sebagai contoh, jika Anda trading Hang Seng dan membeli indeks saham 1 lot di harga 14,000 (14,000 X USD 5 = $70,000), Anda hanya membutuhkan dana sekecil $750 untuk memulai perdagangan (perbedaan bisa terjadi antar broker). Dalam contoh ini, Anda melakukan leveraging sebesar 92 kali, dan jika berhasil tentunya secara signifikan akan meningkatkan ROI Anda.
Trading Online
Indeks saham dapat diperdagangkan secara online dengan menggunakan program trading yang terhubung ke internet. Setelah membuka rekening pada broker tertentu, Anda dapat melaksanakan trading indeks saham di mana saja Anda berada, selama terhubung dengan koneksi internet.

Gambar 1: Harga indeks futures Nikkei, Hang Seng dan Kospi
Gambar 1 memperlihatkan harga indeks Nikkei, KOSPI dan Hang Seng secara online pada platform trading Monex Trader. Transaksi yang Anda lakukan melalui online dapat terjadi secara instan dengan hanya double-klik pada salah satu harga indeks saham dan memilih posisi yang Anda mau. Profit atau loss Anda juga akan dapat Anda monitor secara langsung setelah posisi terambil. 
Cara Transaksi Indeks Saham
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, indeks saham diperdagangkan dalam bentuk kontrak dan memiliki jangka waktu. Kontrak indeks saham pada periode tertentu tidak lagi dapat diperdagangkan pada periode selanjutnya, kecuali pada saat peralihan kontrak.Masa Kadaluarsa kontrak berbeda-beda bagi masing¬masing indeks, namun secara umum jangka waktunya dimulai dari 1 hingga 3 bulan. Nilai kontrak juga berbeda, sesuai harga indeks saham masing-masing. Akan tetapi, tetap memakai satuan unit yang sama yakni lot. Untuk mendapatkan nilai 1 lot kontrak futures S&P 500, misalnya Anda perlu mengalikan $250 dengan harga indeks saat ini. Katakanlah jika harga indeks saham 12,000, maka nilai kontrak aslinya sebesar $300,000 (12,000 x $250). Atau jika Nasdaq berada di harga 2,000 maka Anda perlu mengalikan harga tersebut dengan $100. Untuk menemukan pengali kontrak tersebut (lihat tabel 1 dibawah).

Tabel 1: Pengali kontrak indeks futures
Posisi indeks saham dikatakan tertutup ketika posisi yang ada telah dilikuidasi. Bentuk posisi likuidasi yang harus diingat selalu berlawanan dengan posisi membuka, misalnya jika Anda sebelumnya membeli (buy), maka posisi untuk likuidasi adalah menjual (sell). Atau sebaliknya, jika Anda menjual (sell) indeks, maka penutupan posisi adalah membeli (buy).
Posisi pertama atau masuk posisi dapat berbentuk buy atau sell, tidak ada keharusan untuk membeli terlebih dahulu baru kemudian menjual. Anda dapat menjual indeks future terlebih dahulu, baru kemudian membelinya tanpa aturan pelik. Anda dapat memegang posisi tersebut sampai kapanpun Anda mau, sepanjang masih dalam masa kontrak, tanpa harus membayar bunga tertentu.
Perdagangan indeks saham dilakukan melalui program online. Lebih mutakhir dibandingkan masa sebelumnya, ketika media penempatan order masih menggunakan telepon.
Karakteristik Trading Indeks Saham
Jika Anda berkeinginan untuk mempertahankan posisi lebih dari batas waktu kontrak, maka Anda dapat melakukan 2 alternatif tindakan:
Menutup posisi pada akhir kontrak dan secara bersamaan membuka posisi pada kontrak yang baru. Mengijinkan posisi Anda untuk di rollover pada kontrak selanjutnya oleh pihak broker.
Waktu perdagangan indeks saham
Karena indeks saham diperdagangkan di bursa negara masing-masing, maka jam perdagangan disesuaikan dengan jam kerja lokal yang berlaku pada negara tersebut. Perbedaan jam perdagangan antar indeks saham pun cukup jauh. Misalnya Indeks Nikkei diperdagangkan pagi hari waktu Indonesia, sementara Dow Jones diperdagangkan pada malam harinya. Tabel 2 dan 3 menunjukkan perbedaan jam perdagangan pada setiap indeks saham.

Tabel 2: Jam perdagangan indeks utama Asia

Tabel 3: Jam perdagangan indeks AS
* Berlaku pada musim panas, sementara musim dingin setiap jam + 1 (buka dan tutup pasar mundur satu jam)
Simbol dan jangka durasi kontrak
Jangka waktu kontrak dalam simbol indeks saham memberikan identifikasi bulan berapa kontrak tersebut akan berakhir dan posisi yang harus diselesaikan. Bulan berakhirnya kontrak juga sering disebut sebagai masa penyerahan (delivery).
Sebagai contoh, Anda membeli indeks Nikkei Juni (Symbol: NK6_JPJ5U), maka posisi Anda ini akan kadaluarsa pada bulan Juni (diindikasikan dengan angka 6 setelah kode indeks). Anda harus menyelesaikan posisi tersebut sebelum, atau tepat pada hari Kamis kedua bulan Juni. Tabel 4 dibawah menunjukkan simbol, bulan dan hari berakhirnya kontrak indeks.

Tabel 4: Simbol indeks dan masa kadaluarsa 
Leverage dan Margin
Transaksi indeks saham (Stodex) futures juga menggunakan sistem leverage dan margin, sama seperti forex. Namun dengan nilai kontrak yang berbeda-beda, seperti yang sudah dibahas sebelumnya.
Leverage dapat diterjemahkan sebagai penggunaan dana pinjaman untuk melakukan transaksi. Secara praktis, leverage tidak lain adalah penggunaan skala antara nilai kontrak dan modal yang diperlukan . Jika nilai kontraknya Rp.100 juta dan Anda hanya perlu menyetorkan dana sebesar Rp. 1 juta, maka leveragenya adalah 100:1.
Penggunaan modal dengan skala lebih kecil dibandingkan nilai riil-nya inilah yang disebut dengan leverage. Sedangkan modal yang dijaminkan untuk setiap transaksi disebut dengan margin.
Menghitung keuntungan dan kerugian
Beberapa harga indeks saham menggunakan desimal, dan memiliki nilai per-tick (poin) yang berbeda satu sama lain.
Nilai tick ini ditentukan oleh jenis kontrak yang digunakan (nilai pengali). Misalnya mini Nasdaq memiliki pengali $20 dan minimum pergerakan sebesar 0.25 tick, sehingga setiap pergerakan bernilai $20 x .50 atau $10 per kontrak (lihat tabel). Tabel 5 dan Tabel 6 dibawah, menunjukkan ukuran kontrak indeks saham yang paling aktif diperdagangkan.

Tabel 5: Perhitungan pergerakan indeks utama Asia

Tabel 6: Perhitungan pergerakan indeks mini saham AS
Di Indonesia, indeks saham yang diperdagangkan adalah Indeks saham Jepang, Hong Kong dan Korea, yang sudah memiliki kontrak rupiah, dengan perincian sebagai berikut;
Indeks saham Jepang (ISJ) = Rp. 30.000 per tick (JPJ) dan Rp. 50.000 (JPK)  Indeks saham Hong Kong (ISH) = Rp 50.000 per tick  Indeks saham Korea (ISK) = Rp. 35.000 per tick
Untuk memulai perhitungan keuntungan dan kerugian dalam perdagangan indeks saham mudah dilakukan setelah mengetahui poin-poin penting diatas. Sebagai contoh, Anda ingin menjual indeks saham Hong Kong.
Anggap saja harga Indeks Future Saham Hong Kong berada di harga 12800/05 dan Anda berhasil menjual di harga tersebut (12800).
Kemudian, katakanlah Anda sudah memperkirakan bahwa Indeks saham Hong Kong akan mengalami penurunan lanjutan. Oleh karena itu, Anda menjual Indeks (membuka posisi) satu unit (lot) dan menunggu harganya mengalami penurunan.
Pada keesokan harinya, Indeks saham mengalami penurunan seperti yang diharapkan. Anda berhasil menutup posisi (membeli Indeks) di harga 12700. Maka;
= 12800 (harga jual) dikurang 12700 (harga beli) x Rp.50.000,- (kontrak per lot) = (100) x Rp. 50.000,- Keuntungan = Rp. 5.000.000.-
Sebaliknya, jika ternyata Indeks Hong Kong tidak bergerak seperti harapan Anda, dan harga naik dari 12800 menjadi 12850, maka;
= 12800 (harga jual) - 1.2850(harga beli) = (50) x Rp.50.000,- Kerugian Anda = Rp. 2.500.000,
Review
Indeks saham diperdagangkan bursa futures, yang memiliki arti kontrak penyerahan kedepan dalam bentuk uang yang dihitung berdasarkan nilai indeks saham di pasar.

Perdagangan indeks saham memiliki banyak manfaat dan keunggulan, diantaranya merupakan instrumen finansial yang memiliki kinerja terbaik, alat diversifikasi dan hedging ideal.

Indeks saham teraktif yang diperdagangkan adalah Dow Jones, Nasdaq-100, S&P 500, Hang Seng, Nikkei 225 dan Kospi 200.

DASAR-DASAR FOREX - SAHAM

Konsep Trading Forex
Trading forex merupakan suatu pertukaran mata uang diseluruh dunia melalui hubungan jaringan elektronik. Forex sendiri merupakan singkatan dari Foreign exchange yang merujuk pada pasar mata uang, dimana yang pelaksanaannya dilakukan oleh perusahaan broker dan bank-bank yang melakukan pertukaran mata uang.
Pasar trading forex adalah pasar terbesar dan terlikuid dari seluruh pasar finansial yang ada. Dengan volume perdagangan per hari yang mencapai angka US$3.2 triliun, transaksi trading forex jauh lebih besar dibandingkan akumulasi seluruh volume ekuiti dan futures yang ada di Amerika Serikat (lihat gambar 1).

Gambar 1: Volume harian NYSE VS Volume harian FX
Perdagangan trading forex sebelumnya dilaksanakan secara eksklusif oleh pemerintah dan perbankan. Namun, karena pesatnya pertumbuhan informasi dan kemudahan jaringan internet, trading forex telah meluas dan dapat dilaksanakan oleh siapapun.
Perkembangan pesat dan tingkat volume yang terus membesar tersebut membuat pasar trading forex sulit untuk dimanipulasi, bahkan bank sentral sekalipun tidak memiliki kemampuan untuk mendorong atau mempertahankan nilai mata uang mereka dalam waktu cukup lama.
Pengertian Trading Forex
Foreign Exchange, biasanya disebut juga dengan FX. Di Indonesia, istilah ini lebih dikenal dengan sebuah singkatan dari Valuta Asing, yang berarti nilai tukar asing atau mata uang selain rupiah.
Transaksi di trading Forex, berarti mempertukarkan atau memperdagangkan mata uang yang satu dengan mata uang yang lain. Tidak seperti instrumen pada umumnya, trading forex diperdagangkan dalam pasangan-pasangan tertentu (pairs), misalnya Euro/US dollar (EUR/USD) atau US Dollar/Japanese Yen (USD/JPY). Seseorang yang membeli mata uang Euro, secara otomatis juga telah menjual mata uang Dolar AS secara bersamaan.
Contoh trading forex:
Mata uang yang berbeda hampir di setiap negara, mengakibatkan adanya nilai tukar terhadap masing-masing nilai mata uang yang bersangkutan di Negara yang berbeda.
Bayangkan, sebagai warga negara Indonesia, Anda ingin melakukan kunjungan ke Amerika Serikat. Untuk perjalanan dan memenuhi biaya hidup di sana, Anda harus menukarkan mata uang Rupiah kepada dollar AS. Misalnya pada saat itu Anda membeli $5,000 di harga Rp.11.000,-, dan dana rupiah yang Anda harus keluarkan untuk mendapatkan sejumlah dolar tersebut Rp. 55.000.000,-.
Dan ternyata setelah Anda pergi ke AS, seluruh pengeluaran Anda ditanggung sepenuhnya oleh keluarga Anda yang ada di sana, sehingga bahkan ketika kembali ke Indonesia sekalipun Anda masih memegang dana $5,000.
Anda kemudian ingin menukarkan kembali mata uang tersebut ke dalam rupiah, yang pada saat itu pada rate 12,000, akibatnya dana Anda sekarang telah berjumlah sebesar Rp.60,000,000. Akibat kenaikan harga USD tersebut, Anda mendapatkan Rp.5,000,000 sebagai uang lebih dari modal Anda semula.
Dengan membeli mata uang USD di harga yang lebih rendah (11,000) dan menjualnya pada harga 12,000, kemudian mendapatkan keuntungan seperti contoh di atas, berarti Anda telah melakukan sebuah transaksi trading forex.
Dalam trading forex biasa, terdapat sedikit perbedaan dengan contoh di atas. Trading forex memiliki pelaku perdagangan yang memiliki tujuan berbeda-beda. Sebagian besar dari mereka bukan membeli mata uang dengan tujuan pertukaran saja, namun untuk mendapatkan keuntungan darinya.
Pasar trading forex juga memiliki selisih harga beli dan jual (bid/ask) yang cukup ketat atau kecil, tidak seperti money changer yang pada umumnya memiliki selisih yang besar.
Mata uang juga diperdagangkan dalam kontrak trading forex memiliki ukuran satuan  (biasa di sebut lot), senilai dengan $100,000. Sementara di money changer Anda dapat menukarkan mata uang dengan jumlah berapapun yang Anda mau.
Anda mengambil posisi transaksi trading forex ketika mengharapkan nilai suatu mata uang mengalami kenaikan atau penurunan dibanding mata uang yang lain. Jika mata uang yang Anda beli mengalami kenaikan nilai, Anda mungkin ingin melikuidasi posisi Anda dengan menjualnya di pasar. Sehingga di saat yang bersamaan, Anda juga membeli mata uang yang lain.
Mata uang yang paling umum diperdagangkan di pasar trading forex adalah US Dollar, Yen Jepang, Euro, British Pound, Swiss Franc, Canadian Dollar dan Australian Dollar (lihat gambar 2). Pasar FX berjalan 24-jam sehari, 5 hari seminggu dan akses yang tidak terputus dengan dealer global. Pasar trading forex tidak terpusat dalam satu bursa, tidak seperti saham dan futures.

Gambar 2: Mata uang yang paling umum diperdagangkan.

Keunggulan trading forex:
Trading Forex  adalah Pasar paling likuid di dunia
Keunggulan trading forex yang pertama adalah volume harian trading forex seperti yang sudah diungkapkan sebelumnya mencapai angka $3.2 triliun pada tahun 2007, tertinggi sepanjang sejarah. Selain trading forex 20 kali lebih tinggi dibanding gabungan volume New York Stock Exchange bersama NASDAQ, Forex juga merupakan pasar terbesar di seluruh dunia, sehingga pasar ini juga merupakan pasar paling likuid sedunia. Dalam arti bahwa trader atau investor dapat dengan mudah mengambil atau mencairkan posisi trading forex, tanpa penundaan yang berarti. Berbeda halnya dengan pasar saham. futures option atau komoditi lain, dimana persoalan likuiditas masih menjadi fokus utama terutama setelah berakhirnya waktu perdagangan.
Pasar trading forex 24 jam
Keunggulan trading forex yang kedua adalah pasar Forex memiliki keunikan tersendiri yang membuat trader atau investor dapat mengaksesnya dengan lebih mudah tanpa harus menunggu pembukaan sebuah bursa. Selalu ada pusat transaksi keuangan dunia yang buka, dimana bank, hedge fund, perusahaan dan private investor ikut berpartisipasi (lihat tabel 1).
Partisipan trading forex di seluruh dunia dapat melaksanakan transaksi baik siang maupun malam. Keunikan ini sebenarnya dapat dimanfaatkan oleh pekerja atau karyawan nine-to-five (8 jam kerja), karena pasar Forex dapat diakses sore maupun malam hari. Sementara di pasar saham, Anda hanya dapat mengakses pasar dengan batasan waktu kurang dari 7 jam sehari.

Tabel 1: Jam pembukaan beberapa pasar
Trading Forex Beli atau jual kapan saja
Keunggulan trading forex yang ketiga adalah ketika trading saham, short-sell hanya boleh dilakukan pada saat pasar mengalami up-tick (peraturan yang berlaku untuk bursa AS). Terkadang faktor ini dapat menyebabkan kekecewaan bagi para trader karena hanya mampu melihat harga saham mereka jatuh, dan menunggu terjadinya up tick baru dapat mengambil tindakan. Dalam bursa futures, berlaku batasan bawah dan atas ketika kontrak futures telah diperdagangkan mencapai persentase tertentu dari harga penutupan sehari sebelumnya.
Trading Forex, bagaimanapun, mengijinkan Anda untuk menjual mata uang kapan saja tanpa harus menunggu up-tick atau batasan persentase tertentu.  Ini berarti eksekusi posisi dapat dilakukan dengan instan dan efisien, sehingga peluang pasar dapat dimanfaatkan baik dalam pasar bullish maupun bearish.
Lebih lanjut lagi trading forex tidak mengenal batasan waktu untuk memegang posisi. Ketika Anda telah mengambil posisi di pasar, Anda dapat mempertahankan posisi tersebut selama yang Anda mau.
Selisih harga jual/beli trading forex yang ketat (Bid/Ask spread)
Keunggulan trading forex yang keempat adalah akibat tingginya likuiditas yang terjadi di pasar, spread atau selisih harga penawaran dan permintaan menjadi lebih kecil. EUR/USD dapat diperdagangkan dengan selisih hanya 3 pips (poin).
Dalam trading forex, spread yang lebih rendah membuat transaksi dapat mencapai level BEP (break even point) lebih cepat. Jika Anda membeli EUR/USD  di harga 1.4000, dengan spread 3 pips (asumsi tanpa komisi) maka pada harga 1.4003 Anda telah mencapai titik break-even. Sehingga akibat faktor ini, trading Forex umumnya lebih murah dibanding instrumen ekuitas atau futures.
Leverage tinggi
Keunggulan trading forex yang kelima adalah pasar Forex menawarkan leverage tertinggi dibandingkan seluruh instrumen finansial yang ada. Penggunaan leverage dalam trading forex membuat Anda mampu memperdagangkan aset dengan nilai yang jauh lebih besar dibanding jumlah modal yang Anda setorkan.
Trading Forex umumnya memiliki leverage 100:1, berarti Anda dapat memperdagangkan mata uang senilai $500,000 dengan hanya menggunakan modal sebesar $5,000. Penggunaan leverage juga membuat investor mampu memaksimalkan potensi keuntungan dengan modal yang ada, karena keuntungan yang diperoleh akan selalu dikalikan dengan nilai kontraknya bukan dari modal yang disetorkan.
Di sisi lain, karena peluang menghasilkan keuntungan di trading forex maksimal, potensi kerugian pun turut meningkat. Sehingga seorang investor perlu memperhatikan tingkat penerimaanya terhadap resiko, dan penggunaan leverage akan sangat tergantung dari poin ini.
Memahami kuotasi trading forex 
Nilai tukar atau mata uang suatu negara selalu diperdagangkan berpasangan dengan mata uang negara lain. Pasangan ini dikenal dengan istilah pair, sementara nilai atau harga pair tersebut disebut dengan kuotasi trading forex.
Kuotasi trading forex tersusun dari komponen sederhana, dan membacanya pun tidak terlalu rumit, Anda hanya perlu mengingat 3 poin di bawah ini:
Mata uang yang paling awal (paling kiri) adalah mata uang basis. Mata uang selanjutnya (bagian kanan) adalah mata uang pasangan. Mata uang basis selalu bernilai 1 (satu), dan harga yang ditampilkan adalah harga mata uang pasangan terhadap mata uang basis.
Ketika Anda melihat harga mata uang mengalami kenaikan, maka itu selalu berarti bahwa mata uang basis mengalami penguatan terhadap pasangannya. Sebaliknya ketika harga pair tersebut mengalami penurunan, maka dengan sendirinya mata uang basis tersebut tengah mengalami pelemahan dibanding pasangannya.
Sebagai contoh, jika kuotasi seperti ini: EUR/USD =1.3000, maka Euro adalah basis dan USD adalah pasangan. Artinya  Euro bernilai satu dan USD bernilai 1.3000 atau dengan kata lain bahwa untuk membeli 1 Euro, Anda harus menukarkan 1.3 dollar AS Anda. Sekarang, asumsikan harga  tersebut mengalami kenaikan ke level 1.3100, maka berarti Euro mengalami penguatan dan telah berharga 1.31 terhadap Dolar AS.
Mata uang basis
Mata uang basis dalam trading forex adalah mata uang yang dijadikan sebagai basis pertukaran adalah mata uang utama. Karena Amerika Serikat merupakan sentral perekonomian dunia, maka mata uangnya pun pada umumnya dijadikan sebagai basis pertukaran. Misalnya USD/JPY, USD/CHF, USD/CAD dan lain-lain.
Terkadang trading forex, karena sudah umum bagi pelaku pasar menggunakan USD sebagai basis trading forex, beberapa mata uang tidak perlu menuliskan pair-nya secara lengkap seperti IDR=9,000, karena dengan sendirinya rate tersebut sudah berarti terhadap dollar AS.
Dengan kata lain, trading forex mata uang USD secara default adalah mata uang basis, atau tolok ukur bagi pertukaran mata uang lain.
Namun demikian, trading forex masih terdapat empat pengecualian dimana USD bukan diposisikan sebagai basis. Contohnya pada EUR/USD terdahulu, dimana trading forex mata uang tunggal Euro berposisi sebagai basis. Kedua contoh lainnya adalah Poundsterling Inggris (GBP), Dollar Australia (AUD) dan Dollar New Zealand (NZD).
Keempat mata uang tersebut biasanya berada pada urutan pertama (bernilai satu terhadap Dollar AS) dan kuotasinya trading forex berbentuk;
GBP/USD = 1.4500, Kuotasi ini berarti £1= US$1.4500. EUR/USD = 1.2900, Kuotasi ini berarti €1=US$ 1.2900. AUD/USD = 0.6500, Kuotasi ini berarti AU$1=US$ 0.6500. NZD/USD = 0.5000, Kuotasi ini berarti NZ$1 = US$ 0.5000
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, kenaikan harga trading forex pada ketiga mata uang tersebut memiliki arti bahwa trading forex mata uang basis mengalami penguatan dan Dollar AS mengalami penurunan.
Basis trading forex pada perdagangan silang (Cross currencies)
Mata uang seluruh negara di dunia juga diperdagangkan terhadap mata uang lain, selain Dollar AS. Ketika kuotasi harga tidak dibandingkan terhadap Dollar AS, maka perdagangan mata uang tersebut disebut dengan cross. Contohnya adalah EUR/JPY, GBP/CHF dan  AUD/CHF.
Posisi basis trading forex yang tak beraturan, seharusnya tidak membuat bingung. Karena pada umumnya, mata uang yang paling utama akan ditempatkan pada urutan pertama atau dijadikan sebagai basis. Jika trading forex mata uang utama tidak dijadikan basis, maka yang tetap perlu diingat adalah bagaimana membaca kuotasi seperti yang sudah dibahas pada awal pembicaraan kuotasi.
Poin dan pips
Harga mata uang biasanya diperdagangkan dengan nilai desimal, 2 sampai empat angka dibelakang koma. Setiap satu perubahan nilai terakhir dibelakang koma tersebut, misalnya dari 1,2900 menjadi 1,2901, disebut satu pip (percentage in point). Poin adalah nama yang lebih populer dikenal sebagai pengganti pips dalam dunia trading forex.
Mata uang Jepang, Yen, adalah contoh mata uang yang diperdagangkan dengan penggunaan 2 desimal di belakang koma. Perubahan angka terakhir di belakang koma tersebut tetap dapat dikatakan poin.
Sebagai contoh; katakanlah USD/JPY, diperdagangkan di harga 92.00, jika terjadi kenaikan mencapai 92.10, maka USD/JPY dapat dikatakan menguat 10 poin.
Bid, Ask dan Spread
Seperti halnya pasar lain yang memiliki permintaan dan penawaran, harga trading forex mata uang juga memiliki dua unsur, bid dan ask. (Lihat gambar 3).
Bid adalah harga yang Anda peroleh untuk menjual mata uang basis, dan berada di urutan pertama, sementara ask adalah harga yang Anda peroleh untuk membeli mata uang basis berada pada urutan kedua seperti yang terlihat pada gambar.
Sebagai contoh, pada gambar di bawah, EUR/USD = 1.3890/1.3893, maksudnya adalah harga bid 1.3890 dan harga ask 1.3893. Jika Anda ingin membeli EUR/USD maka Anda akan mendapatkannya di harga1.3893 (Anda akan membayar $1.3893 untuk €1) dan jika Anda ingin menjual maka Anda akan mendapatkan harga 1.3890 (Anda membayar €1 untuk mendapatkan $1.3890).

Gambar 3: Memahami Bid, Ask dan Spread
Gambar 3 juga memberikan ilustrasi bagaimana konsep kuotasi terjadi di trading forex. Dimana bid akan selalu lebih rendah dibandingkan ask. Perbedaan harga antara bid dan ask dalam trading forex disebut dengan spread, dan jumlah spread pada umumnya 3 pips.
Rollover trading forex
Rollover trading forex adalah biaya yang terjadi ketika posisi dibiarkan bermalam, dan perhitungan rollover trading forex biaya plus lain-lain dilakukan pada penutupan pasar New York. Posisi Forex yang dipegang selama satu malam atau lebih akan membuat Anda menerima atau membayar sejumlah bunga rollover forex yang besarnya dihitung berdasarkan perbedaan tingkat suku bunga negara mata uang bersangkutan. Secara spesifik rollover forex, Anda akan menerima bunga jika mata uang yang Anda beli memiliki suku bunga lebih tinggi dibanding mata uang pasangannya, dan sebaliknya Anda akan membayar jika suku bunga mata uang tersebut lebih rendah dibanding pasangannya.
Contoh rollover trading forex  adalah: Asumsikan suku bunga NZD berada pada 3% pertahun dan suku bunga USD sebesar 0.5% per tahun.
Misalnya Anda membeli 100,000 NZD/USD di harga 0.6000. Anda berarti telah membeli mata uang yang memiliki bunga lebih tinggi dan pada saat yang sama telah menjual mata uang suku bunga lebih rendah. Rollover trading forex dalam hal ini akan menerima selisih bunga sebesar 2.5% per tahun, yang langsung dihitung dan dimasukkan kedalam rekening Anda setiap hari. 2.5% / 360 hari x 100,000 (1 lot) NZ$ 6.94 • US$4.16 (asumsi penutupan harga 0.6000) Perdagangan mendapatkan bunga seperti ini lebih dikenal dengan sebutan carry trade. Katakan Anda menjual NZD/USD di harga 0.6000 Maka rollover trading forex Anda akan membayar bunga jika posisi dibiarkan bermalam dengan cara perhitungan dan jumlah yang sama dengan contoh di atas.
Memahami P/L & leverage
Perhitungan profit loss transaksi trading forex juga tidak terlalu rumit, bahkan saat ini telah dilakukan secara otomatis oleh platform trading forex yang tersedia. Anda dapat langsung melihatnya begitu order posisi trading forex tereksekusi. Namun sebagai pengetahuan profit loss , ada baiknya Anda memahami bagaimana trading forex memperhitungkan profit loss tersebut terjadi.
Apabila harga EUR/USD sekarang adalah 1.2900/03 (Berarti Anda dapat membeli Euro di harga 1.2903 dan menjual Euro diharga 1.2900).
Asumsikan trading forex Anda telah mempertimbangkan bahwa Euro akan menguat terhadap Dollar AS. Berdasarkan ekspektasi tersebut, Anda membeli Euro (secara bersamaan menjual Dollar AS) dan menunggu harganya mengalami penguatan.
Keesokan harinya, seperti yang diharapkan, Euro mengalami penguatan terhadap US Dollar. Anda berhasil menutup posisi (menjual euro) di harga 1.3000, maka;
= 1.3000 (harga jual) dikurang 1.2903 (harga beli) x $100,000 (kontrak per lot) = $(0.0097) x 100,000 Total profit = $ 970
Nah sekarang, katakanlah seperti ilustrasi trading forex di atas, ternyata Euro tidak bergerak seperti harapan Anda dan harga turun dari 1.2900 menjadi 1.2850. Maka;
= 1.2850 (harga jual) -1.2900 (harga beli) =$(-0,005) x 100,000 Total loss Anda = $ 500.
Leverage dan Margin
Transaksi di trading forex menggunakan sistem leverage dan margin. Bayangkan Anda melakukan sebuah transaksi yang tidak memerlukan keterlibatan modal secara penuh. Karena modal trading forex yang diperlukan hanya sebagian kecil dari nilai riil aset yang bersangkutan.
Penggunaan modal trading forex dengan skala lebih kecil dibanding nilai riil-nya inilah yang disebut dengan leverage.
Trading forex biasanya menggunakan skala 1 berbanding 100. Artinya Anda dapat melakukan transaksi mata uang yang satu unitnya (lot) sama dengan US$100,000,- hanya dengan menggunakan modal US$1,000 saja.
Modal US$ 1,000 yang Anda setorkan tersebut dikenal dengan istilah Margin.
Sebagai contoh, Anda deposit dana $1,000 (sebesar €790) dan membeli EUR/USD senilai €787 di harga 1.2700 kemudian berhasil menjualnya di harga 1.2800.
Tanpa margin
Trading forex anda mendapatkan keuntungan trading forex sebesar: $(1.2800 – 1.2700) x $787 $7.90. Jadi Return on Investment (ROI) Anda dalam perdagangan ini adalah $10/$1000 x 100 (%) = 0.79%
Dengan margin
Dengan menggunakan margin 1% (atau leverage 100), modal dana $1,000, Anda dapat membeli aset senilai dengan $100,000. Jika menggunakan contoh sebelumnya, maka hasilnya akan menjadi; (1.2800 – 1.2700) x 100,000 $1,000.
Return on Investment (ROI) Anda: $1,000/$1000 x  100(%) = 100%
Mata uang yang diperdagangkan
Jenis mata uang yang terdapat di pasar terbagi dalam tiga kategori:
USD – Adalah kurs mata uang terpenting, karena 85% perdagangan di dominasi oleh USD. EUR – Kurs Mata uang utama bagi negara-negara Uni Eropa. GBP – Kurs Mata uang Inggris. JPY – Kurs Mata uang Jepang, biasanya digunakan untuk carry trade, karena memiliki suku bunga terendah. CHF – Kurs Mata uang Negara Swiss, terkadang disebut dengan teraman (safe haven currency). CAD – Kurs Mata uang Kanada, biasanya dihubungkan dengan mata uang komoditi dan memiliki kaitan erat dengan harga emas dan minyak. AUD – Kurs Mata uang Australia, juga disebut nilai tukar komoditi karena korelasi tinggi dengan harga emas.
Kurs Mata uang yang paling umum diperdagangkan adalah kurs mata uang utama dunia atau major currencies.  Hal ini terjadi karena negara dengan kapitalisasi ekonomi yang besar cenderung memiliki kurs mata uang yang bergerak lebih stabil dan likuid dibandingkan kurs mata uang lain.
Review
  • Foreign Exchange, biasanya disebut juga dengan FX. Di Indonesia, istilah ini lebih dikenal dengan sebuah singkatan dari Valuta Asing, yang berarti nilai tukar asing.
  • Trading forex atau transaksi di Forex, berarti mempertukarkan atau memperdagangkan mata uang yang satu dengan kurs mata uang yang lain.
  • Pasar trading forex sangat likuid dan dapat ditransaksikan selama 24 jam setiap hari kerja.